SUKABUMI — Mewakili Dandim 0622/Kab. Sukabumi, Kapten Arh Ari Setiawan menghadiri kegiatan Upacara Adat dan Upacara Resmi Hari Nelayan Nasional Ke-66 Tahun 2026 yang digelar di Alun-Alun Gadobangkong Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Kamis (21/5/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.15 WIB tersebut berlangsung meriah dan khidmat dengan diikuti sekitar 2.000 peserta dari unsur pemerintah, TNI-Polri, tokoh masyarakat, nelayan, hingga tamu undangan lainnya. Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Bupati Sukabumi Drs. H. Asep Japar, M.M., Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Samian, S.H., S.I.K., M.Si., Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, S.E., unsur TNI AL, PM, Forkopimcam Palabuhanratu, para kepala perangkat daerah, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat nelayan Palabuhanratu. Rangkaian kegiatan diawali dengan karnaval dan arak-arakan budaya, dilanjutkan upacara resmi, sambutan para tokoh, penyerahan penghargaan dan santunan kepada anak yatim piatu serta nelayan lanjut usia, hingga prosesi adat labuh saji ke tengah laut sebagai bentuk rasa syukur masyarakat nelayan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil laut yang diberikan. Ketua Panitia Hari Nelayan, Pepen Supendi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan warisan budaya leluhur yang sarat makna spiritual dan gotong royong masyarakat pesisir. Sementara itu, Koordinator Bidang SDM HNSI Kabupaten Sukabumi, Nandang, A.Ag., menekankan pentingnya menjaga soliditas nelayan serta mendukung berbagai program pemerintah yang berpihak kepada kesejahteraan nelayan, termasuk pemanfaatan hasil perikanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam sambutannya, Bupati Sukabumi Drs. H. Asep Japar, M.M. menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat Palabuhanratu atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Hari Nelayan Nasional merupakan momentum mempererat silaturahmi sekaligus bentuk penghargaan kepada nelayan sebagai garda terdepan ketahanan pangan sektor kelautan dan perikanan. Pemerintah Kabupaten Sukabumi, lanjutnya, berkomitmen mendukung sektor perikanan melalui modernisasi alat tangkap, kemudahan akses permodalan, serta jaminan keselamatan kerja bagi para nelayan. Selain itu, masyarakat juga diajak menjaga kebersihan dan kelestarian laut dari pencemaran demi keberlangsungan hasil tangkapan ikan untuk generasi mendatang. Festival budaya yang digelar dalam rangka Hari Nelayan juga dinilai mampu menjadi daya tarik wisata sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat pesisir. Kegiatan berakhir pada pukul 13.10 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

Updates.